Wy/id/Hidangan Indonesia

< Wy‎ | id
Wy > id > Topik perjalanan > Makanan dan minuman > Hidangan Indonesia
Wy/id/Hidangan Indonesia

Indonesian cuisine banner 2b.jpg

Hidangan di Asia dan Oseania
AustraliaKambojaTionghoaFilipinaIndonesiaJepangKoreaMalaysia, Singapura, dan BruneiTimur TengahAsia SelatanThailandVietnam

Hidangan Indonesia adalah istilah umum yang mengacu pada tradisi kuliner yang mencakup seluruh kepulauan Indonesia. Mereka menggunakan bahan dan rempah yang berbeda untuk menciptakan mahakarya yang kaya dan beraroma. Ini memiliki banyak kesamaan dengan hidangan negara tetangganya, Malaysia.

Pembatasan dietEdit

Meskipun gaya hidup diet orang Barat yang umum seperti vegan dan Kosher hanya dikenal di kalangan masyarakat modern, ditambah alergi makanan bukan topik yang umum dibicarakan, sehingga turis tidak akan kesulitan makan di luar tempat tinggal. Daging dan sup (terutama daging sapi dan domba) mungkin mengandung banyak garam dan lemak. Makanan dan minuman kemasan juga bisa mengandung banyak gula.

Makanan vegetarianEdit

 
Hidangan kangkung

Vegetarian atau vegan yang ketat akan mengalami kesulitan di Indonesia, karena konsepnya kurang dipahami dan menghindari bumbu berbahan dasar ikan dan udang mejadi sebuah tantangan tersendiri. Tahu (alias dadih kedelai) dan yang lebih tebal, sepupu asli tempe (kue kedelai) adalah bagian penting dari diet macam ini, tetapi mereka seringkali disajikan dengan bumbu non-vegetarian. Misalnya sambal terasi sangat sering mengandung udang, dan kerupuk yang selalu disajikan dengan nasi goreng hampir selalu terbuat udang atau ikan. Untuk kerupuk yang menyerupai keripik kentang, biasanya aman. Namun, Anda dapat meminta mereka membuat masakan tanpa menyertakan daging yang dapat ditunjukkan dengan meminta "vegetarian" atau "tanpa daging, tanpa makanan laut". Gado gado ("salad" dengan saus kacang) biasanya tergolong vegetarian, nasi goreng dapat disajikan tanpa daging. Restoran biasanya bersedia menerima pesanan khusus sesuai kebutuhan Anda.

Makanan halalEdit

Dengan hampir 90% orang Indonesia menganut Islam, sehingga mencari makan halal umumnya tidak menjadi masalah, meskipun Anda mungkin perlu sedikit usaha jika Anda bepergian di daerah yang minoritas Muslim seperti Bali, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sulawesi Utara. Restoran halal asli memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)' yang digantung di dinding mereka; hal itu juga mencakup sebagian besar rantai makanan cepat saji. Untuk menu yang tidak memiliki sertifikat halal (termasuk restoran Tionghoa) biasanya melabelinya dengan kata babi atau non-halal. Sebagian besar restoran di hotel umumnya tidak halal karena menyajikan alkohol, tetapi mereka biasanya tidak menyajikan daging babi layaknya restoran Tionghoa.

Lihat jugaEdit

   

Panduan topik perjalanan mengenai Hidangan Indonesia ini adalah sebuah artikel yang dapat digunakan. Laman ini menyentuh semua area utama dalam topik. Orang dengan jiwa petualang bisa menggunakan artikel ini, silakan mengembangkannya dengan menyunting halaman ini.

{{#assessment:topic|usable}}