Wn/id/Seragam Sobek, Rok Pakai Tali Rapia, Siswi SD Sintang Ini Tak Minta Tas ke Presiden Jokowi

< Wn‎ | idWn > id > Seragam Sobek, Rok Pakai Tali Rapia, Siswi SD Sintang Ini Tak Minta Tas ke Presiden Jokowi

11 Oktober 2017 Sebuah postingan di Akun Facebook milik Marsianus Alex, memantik atensi warganet. Marsianus Alex memposting seorang siswi sedang jongkok sambil menulis di pojok ruangan kelasnya.

Foto itu ia posting, 3 Oktober 2017 pukul 07.52 WIB dari Sintang, Kalimantan Barat. Pada postingannya ia memberi judul, Tidak Minta Tas Sama Jokowi.

Ia mengawali tulisannya dengan pertanayaan apakah masih ingat anak SDN 4 Sungkung Bengkayang? Mereka sempat viral karena minta tas sama Presiden. "Pak Jokowi, minta tas" begitu kata 4 orang siswa yang berpenampilan dibawah garis kelayakan tersebut.

Syukur oleh gencarnya media permintaan itu sampai ke telinga presiden dan datanglah bantuan melalui tim yang dia kirim.

Ia menulis potret kondisi siswa SDN 04 Sungkung ternyata merupakan fenomena gunung es di Kalimantan Barat ini.

“Foto berikut juga menceritakan bagaimana kondisi anak-anak generasi harapan bangsa kita. Namun, bedanya dia tidak meminta tas, dia memunggungi kamera,” tulis Marsianus Alex.

Ia pun memberi gambaran soal foto sang siswi tersebut. “Namun, kantong kresek, tali rafia, serta lusuh dan koyaknya pakaian itu sudah bercerita dan bicara banyak hal. Lalu, Kenapa dia tidak minta tas saja pada presiden,” tulisnya.

Memang lebih elok, kata-kata itu tak terlontar kembali dari anak SD yang diperkirakan berada di wilayah Kecamatan Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang ini.

Sebab, soalan remeh-temeh begini menurutnya adalah urusan kecil bagi Bupati dan Gubernur andai saja mereka tahu. “Hanya saja, tentu mereka belum tahu sejauh itu. Sabarlah nak, mereka akan tahu dan akan teriris hatinya. Sama seperti hatimu saat melihat baju baru dan tas warna warni temanmu,” tulisnya. Pada foto yang diposting terlihat seorang siswi menulis jongkok. Ia menghadap pojok ruangan kelas.

Mengenakan seagam SD, putih merah, ia membelakangi kamera. Baju putihnya terlihat kusam. Bahkan di bagian pinggang seperti ada sobekan sehingga tampak celana dalam dengan motif bunga milik siswa perempuan ini yang seharusnya tidak diperlihatkan. Sementara resleting pada rok warna merahnya sudah jebol.

Agar rok tetap bisa dipakai, siswi SD ini tidak kehilangan akal. Ia mengikat rok yang dikenakannya dengan seutas tali rafia tapi, walaupun sudah diikat, rok milik siswa perempuan ini tetap saja akan melorot. Asyik menulis sesuatu, siswi SD ini tidak menggunakan alas kaki. Baik itu sandal, apalagi sepatu.

Saat diwawancarai, siswi ini saat buang air kecil di semak-semak (dikarenakan belum tersedia toilet), ia sangat kesulitan karena roknya yang rusak. Ia harus membuka tali rafia, harus menurunkan rok dan celana dalamnya. Katanya, pada suatu hari, siswi ini sedang ingin buang air, saat sampai di toilet dia melepas talinya, tapi dia sudah kencing dan akhirnya roknya pun basah terkena air kencingnya sendiri. Sangat berbeda dengan siswi lainya, mereka hanya melepas sabuk, lalu membuka retsleting, menurunkan rok dan celana dalam lalu jongkok dan kencing.

Postingan Marsianus Alex mendapat simpati dari warganet. Matheus AnNdy: Mudah2an pak bupati sintang mlihat fto ini, tidak harus smpai ke pak presiden. Warti Darto Naufal: Semoga mendengar dan menbaca. Jangan menutup telingga. Mau nandai pejabat dan istrinya atau sahabat pejabat yg biasa aplod fto pbk bupati takut saya, takut marah.

Zoelkarnain Wartamenggala: Yang dekat memantau kan organs daerah setempat, masak hals begini mesti pusat? Lukas Nasution: Malulah sampai viral dan di dengan sama pak presiden... siapa yg malu ?

Hata Tari: Fungsi komite sekolah,guru, pengawas sekolah itu sendiri apa? knapa diam? harusnya hal ini mereka yg lebih dulu tau & buat laporan; klw pemda tdk peduli viralkn.

Erni Novianti: Ahh.. saya dulu waktu SD rok dipakain peniti gara2 resletingnya copot dan akhirnya pun celana dalam saya keliatan dan diejek temen2, sepatu sebelum robek dan solnya bolong ga bakal dibeliin yg baru. Bapak saya pejabat Bank, ternyata beliau mengajarkan saya supaya tidak manja dan berlagak anak orang kaya di sekolah.

Krispina Hera : Ingat jmn saya dulu, di ikat pakai akar tumbuhan rok sekolah. Pakaian sekolah aja make bekas d kasi org. Berangkat sekolah dr kampung menuju sekolah jam 05;30 wib. Jgnkn pakai sepatu, pakai sendal ja ssah Krn gx ada. Bawa buku pakai kantong. Bob Asman: Negeri ini kaya tapi SDA diobral ke negara asing....pajak makin tinggi....rakyat kecil mati perlahan karena terabaikan

VitHa ManZhaa: Gx ush jauh2 sampai ke bupati atau presiden kepala sekolahnya mna?!! n wali klasnya mna gajih guru lumyan bsar stidaknya sdikit blas ksihn itu dtg dr hti nurani pendidik.

Marsianus Alex: Ga bisa gtu juga ibu, banyak guru-guru yang honor digaji 3 bulan sekali. Heri: Yang lebih berkewajiban membantu adalah orang lain yang berada di sekitarnya. Jika merasa mampu tidak harus menunggu orang penting di negeri ini untuk mensedekahkan sebagian hartanya.

Heri: Yang lebih berkewajiban membantu adalah orang lain yang berada di sekitarnya. Jika merasa mampu tidak harus menunggu orang penting di negeri ini untuk mensedekahkan sebagian hartanya. Ojack Rajagoekgoek Bellavega: Nyalahin aseng,,, nyalahin asing,,, nyalahin pemerintah. Apa nggak sadar itu salah kita semua.. jgn banyak omong lah.. tetangga kita ad yg mnta antar berobat jak beritung nak ngantar.. Klu kita betul2 beragama,, ndak ad yg kaya gini.. jd ingat jaman dulu,, orang Korea drg k sintang nyari anak asuh.

Aryo: Ga usah ke presiden.. Klo ada tetangga yg mampu kita ajakin patungan.. Terlalu remeh buat mr.presiden. Faisal Rheza: Kasi bantuan oiii...!! Katanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia...trus duit indonesia pada kemana?? Eta Afriani: Heyyy..Wakil Rakyat kemana mata kalian...kemana hati kalian....Jgn mau uangnya.. KORUPSI..bikin kalian mati Rasa Atas hak Rakyat Jelata...Masah Urusan begini harus R1 yang turun tangan...menyedihkan. Heri Gunawan Daniel: Bulan kemaren kan bupati beserta jajarannya ada berkunjung ke senaning (ketungau hulu)....biar mereka tahu bahwa saudara kita di perbatasan sangan kekurangan dan perlu uluran tangan. Apa lg dibidang pendidikan. (*)

SumberEdit

 
Berita yang berasal dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar dari Indonesia ini bukan merupakan pelanggaran hak cipta karena Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 pasal 14 huruf c menyebutkan bahwa : "Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap."