Wn/id/Habibie & Ainun 3 dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Berjaya Sejak Hari Pertama

< Wn‎ | idWn > id > Habibie & Ainun 3 dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan Berjaya Sejak Hari Pertama

Jumat, 20 Desember 2019

Hanung Bramantyo
Ernest Prakasa

Sekalipun ditayangkan setelah Star Wars: The Rise of Skywalker yang ditayangkan pada 18 Desember, tetapi film Indonesia Habibie & Ainun 3 yang disutradarai Hanung Bramantyo dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan yang disutradarai Ernest Prakasa justru lebih berjaya di bioskop.

Habibie & Ainun 3 sudah ditonton 210.000 penonton (angka lebih tepat adalah 218.253 sebagaimana yang dilaporkan Film Indonesia) dan Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan sudah ditonton 127.038 penonton dalam hari pembukaan saja.

Menyoroti pencapaian jumlah penonton Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan, Bisnis Indonesia memperkirakan film ini akan mengulangi pencapaian keempat film arahan Ernest sebelumnya yang mencapai 700 ribu penonton.

Capaian jumlah penonton tersebut membuat kedua film itu bertengger di 10 besar film Indonesia terlaris di hari pembukaan. Habibie & Ainun 3 menempati peringkat ketiga tepat di bawah Danur 3: Sunyaruri dengan capaian 251.157 penonton yang juga diproduksi MD Pictures. Adapun Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan menempati peringkat kedelapan di bawah Dua Garis Biru dengan capaian 178.010 penonton yang menempati peringkat kelima dan di atas Yowis Ben 2 dengan capaian 102.010 penonton yang menempati peringkat kesepuluh; ketiganya diproduksi Starvision.

Pencapaian mengagumkan ini didukung oleh jumlah layar yang hampir mencapai seribu layar di seluruh Indonesia secara keseluruhan. Film Indonesia mencatat kedua film tersebut mendapatkan jatah layar sebanyak 906 layar, dengan rincian Habibie & Ainun 3 mendapat 552 layar, sementara Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan mendapatkan 354 layar. Pencapaian menakjubkan ini membuat jumlah keseluruhan layar bagi kedua film itu bukan tidak mungkin menyentuh angka seribu, bahkan bisa melebihinya.

Habibie & Ainun 3 yang disutradarai mengisahkan kehidupan masa muda Hasri Ainun Besari (Maudy Ayunda), istri Presiden ke-3 Indonesia B. J. Habibie, yang mencintai Ahmad (Jefri Nichol) sebelum akhirnya mencintai Habibie. Film ini adalah kelanjutan dari Rudy Habibie (2016), prekuel dari Habibie & Ainun, sekaligus film ketiga dari seri Habibie & Ainun. Film ini adalah kelanjutan dari Rudy Habibie (2016) yang ditonton 2.012.025 penonton, prekuel dari Habibie & Ainun (2012) 4.601.249 penonton, sekaligus film ketiga dari seri film Habibie & Ainun.

Sementara itu, Imperfect: Karier, Cinta & Timbangan menceritakan Rara (Jessica Mila) yang harus menghadapi diskriminasi di lingkungan pekerjaannya karena memiliki berat badan yang melebihi rata-rata, sementara ia memiliki adik yang justru berkebalikan dengannya. Film kelima karya Ernest ini menandai akhir kontrak Ernest dan Starvision selama lima tahun dan Ernest belum memastikan apakah ia akan kembali bekerja sama dengan Starvision atau tidak.

Kedua film tersebut sama-sama dibintangi Reza Rahadian, sehingga menjadikannya artis kedua yang membintangi dua film yang ditayangkan pada hari yang sama setelah Tatjana Saphira lewat Hit & Run dan Ghost Writer pada tahun yang sama.


SumberEdit

 
Berita yang berasal dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar dari Indonesia ini bukan merupakan pelanggaran hak cipta karena Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 pasal 14 huruf c menyebutkan bahwa : "Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap."