Wn/id/Bahaya Komunis Dan Liberalis Bagi Ideologi Pancasila!

< Wn‎ | idWn > id > Bahaya Komunis Dan Liberalis Bagi Ideologi Pancasila!

30 November 2021


Ada 5 Asas Kebutuhan Hidup Manusia
Komunisme
Pancasila
Liberalisme
Asas ketuhanan Atheis (tidak mengenal Tuhan) Monotheis (sesuai keyakinan agama) Sekular (agama dipisahkan dari urusan negara)
Asas kemanusiaan Hak Asasi Manusia diabaikan semua harus patuh pada doktrin penguasa negara/partai pusat (polit biro) Hak Asasi Manusia dilindungi tanpa melupakan kewajiban asasi khusus bagi kaum minoritas Hak Asasi Manusia dilindungi secara mutlak meski kadang ada dominasi dari kaum mayoritas
Asas persatuan Nasionalisme ditolak Nasionalisme dijunjung tinggi Nasionalisme diabaikan
Asas demokrasi Keputusan di tangan pimpinan partai komunis yang berkuasa Keputusan melalui musyawarah dan mufakat, atau lewat pemungutan suara (referendum/voting) Tidak ada musyawarah dan mufakat, semua keputusan ditentukan dengan pemungutan suara langsung
Dominasi partai Tidak ada dominasi partai Dominasi suara mayoritas
Tidak ada oposisi, hanya ada satu partai Ada oposisi tergantung alasan, sikap, dan pilihan partai Ada oposisi (diluar pemerintahan) dan partai penguasa (pemerintah)
Tidak ada perbedaan pendapat semua harus patuh pada doktrin Bebas mengeluarkan pikiran dan pendapat sesuai aturan Bebas mengeluarkan pikiran dan pendapat tanpa tergantung aturan (bebas/liberal)
Asas keadilan Hanya untuk kepentingan negara Untuk kepentingan seluruh rakyat, bangsa, dan negara Hanya untuk kepentingan kaum mayoritas dan penguasa

KomunisEdit

Ideologi komunis atau komunisme merupakan perlawanan besar pertama dalam abad ke-20 terhadap sistem ekonomi yang kapitalis dan liberal. Komunisme adalah sebuah paham yang menekankan kepemilikan bersama atas alat-alat priduksi (tanah, tenaga kerja, modal) yang bertujuan untuk tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas dan semua orang sama. Komunisme ditandai dengan prinsip sama rata sama rasa dlam bidang ekomomi dan sekularisme yang radikal tatkala agama digantikan dengan ideologi komunis yang bersifat doktriner. Jadi, menurut ideologi komunis, kepentingan-kepentingan individu tunduk kepada kehendak partai, negara dan bangsa (kolektivisme).

Ciri-ciri Ideologi KomunismeEdit

  1. Ajaran komunisme adalah sifatnya yang ateis, tidak mengimani Allah. Orang komunis menganggap Tuhan tidak ada, kalau ia berpikir Tuhan tidak ada. Akan tetapi, kalau ia berpikir Tuhan ada, jadilah Tuhan ada. Maka, keberadaan Tuhan terserah kepada manusia.
  2. Sifatnya yang kurang menghargai manusia sebagai individu. terbukti dari ajarannya yang tidak memperbolehkan ia menguasai alat-alat produksi.
  3. Komunisme mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis.
  4. Salah satu doktrin komunis adalah the permanent atau continuous revolution (revolusi terus-menerus). Revolusi itu menjalar ke seluruh dunia. Maka, komunisme sering disebut go international.
  5. Komunisme memang memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur, masyarakat komunis tanpa kelas, semua orang sama. Namun, untuk menuju ke sana, ada fase diktator proletariat yang bertugas membersihkan kelas-kelas lawan komunisme, khususnya tuan-tuan tanah yang bertentangan dengan demokrasi
  6. Dalam dunia politik, komunisme menganut sistem politik satu partai, yaitu partai komunis. Maka, ada Partai Komunis Uni Soviet, Partai Komunis Cina, PKI, dan Partai Komunis Vietnam, yang merupakan satu-satunya partai di negara bersangkutan. Jadi, di negara komunis tidak ada partai oposisi. Jadi, komunisme itu pada dasarnya tidak menghormati HAM.

Keburukan dari Ideologi KomunismeEdit

Keburukan dari ideologi komunisme bersifat atheis (tidak mengimani Tuhan dan tidak mengangap Tuhan itu ada), kurang menghargai mamnusia sebagai individu, tidak menghormati HAM, dan lain-lain

Kebaikan dari Ideologi KomunismeEdit

Kebaikan dari ideologi komunisme menganggap semua orang itu sama, sehingga dalam ajarannya komunisme memprogramkan tercapainya masyarakat yang makmur dan masyarakat komunis tanpa kelas dan juga mengajarkan teori perjuangan (pertentangan) kelas, misalnya proletariat melawan tuan tanah dan kapitalis.

Identifikasi ciri dan ide dari komunismeEdit

Tidak terlalu terbuka dalam hal pemikiran tapi mencoba menyusupi dalam bentuk jargon yang seolah terlihat kekinian dengan ide kesetaraan, revolusioner, dan skeptisme terhadap agama.

Plesetan Pancasila atas paham komunisEdit

  1. Ketuhanan Yang Bermunafik Dan Syirik
  2. Kemanusiaan Yang Tidak Adil Dan Biadab
  3. Persatuan Yang Pecah Belah
  4. Kekuasaan Yang Dipimpin Oleh Pengkhianat Dan Pengecut
  5. Keadilan Bagi Seluruh Kaum Kapitalis

KesimpulanEdit

Sampai hari ini Ideologi Pancasila masih menjadi Ancaman bagi ideologi Pancasila, bahkan dalam penerapannya komunisme juga menjadi ancaman bagi bangsa dan Negara Indonesia. Bahkan sebenarnya ancaman bagi pancasila bukan hanya komunisme, akan tetapi masuknya pemahaman lain yang juga ada yang sampai menharamkan pancasila dinilai kebenarannya diragukan kebenarannya karena dibuat oleh manusia bukan tuhan. Komunisme hari ini banyak muncul dengan gaya yang lebih halus sehingga harus diwaspadai geraknya dengan cara mengenali setiap gerakan yang dilakukan. Sehingga penguatan terhadap pancasila melalui penyebaran terhadap pemahaman dan pengtahuan pancasila harus terus dilakukan.

LiberalismeEdit

Liberalisme adalah gerakan politik mencakup pandangan kuno dan modern yang menjamin kebebasan individual dan kepemilikan privat sebagai tujuan dari pemerintahan. Cirinya melindungi hak untuk bertentangan dari dalil/pengajaran agama atau menetapkan kewenangan dalam masalah politik atau agama. Dalam pembahasan ini, liberalisme terkadang kontras dengan konservatisme. Karena liberalisme memfokuskan kepada kemampuan individual dalam membentuk struktur masyarakat, maka hampir selalu bertentangan dengan totaliterisme dan ideologi kolektif (sosialis), khususnya komunisme.

SEJARAH KELAHIRANEdit

Sejarah liberalisme termasuk juga liberalisme agama adalah tonggak baru bagi sejarah kehidupan masyarakat Barat dan karena itu, disebut dengan periode pencerahan. Perjuangan untuk kebebasan mulai dihidupkan kembali di zaman renaissance di Italia. Paham ini muncul ketika terjadi konflik antara pendukung-pendukung negara kota yang bebas melawan pendukung Paus. Liberalisme lahir dari sistem kekuasaan sosial dan politik sebelum masa Revolusi Prancis berupa sistem merkantilisme, feodalisme, dan gereja roman Katolik. Liberalisme pada umumnya meminimalkan campur tangan negara dalam kehidupan sosial. Sebagai satu ideologi, liberalisme bisa dikatakan berasal dari falsafah humanisme yang mempersoalkan kekuasaan gereja di zaman renaissance dan juga dari golongan Whings semasa Revolusi Inggris yang menginginkan hak untuk memilih raja dan membatasi kekuasaan raja. Mereka menentang sistem merkantilisme dan bentuk-bentuk agama kuno dan berpaderi.

Prinsip dasar liberalisme adalah keabsolutan dan kebebasan yang tidak terbatas dalam pemikiran, agama, suara hati, keyakinan, ucapan, pers dan politik. Di samping itu, liberalismme juga membawa dampak yang besar bagi sistem masyarakat Barat, di antaranya adalah mengesampingkan hak Tuhan dan setiap kekuasaan yang berasal dari Tuhan; pemindahan agama dari ruang publik menjadi sekedar urusan individu; pengabaian total terhadap agama Kristen dan gereja atas statusnya sebagai lembaga publik, lembaga legal dan lembaga sosial.

Dalam liberalisme budaya, paham ini menekankan hak-hak pribadi yang berkaitan dengan cara hidup dan perasaan hati. Liberalisme budaya secara umum menentang keras campur tangan pemerintah yang mengatur sastra, seni, akademis, perjudian, seks, pelacuran, aborsi, keluarga berencana, alkohol, ganja, dan barang-barang yang dikontrol lainnya. Belanda, dari segi liberalisme budaya, mungkin negara yang paling liberal di dunia.

Ciri-ciri ideologi liberal sebagai berikutEdit

  1. Pertama, demokrasi merupakan bentuk pemerintahan yang lebih baik.
  2. Kedua, anggota masyarakat memiliki kebebasan intelektual penuh, termasuk kebebasan berbicara, kebebasan beragama dan kebebasan pers.
  3. Ketiga, pemerintah hanya mengatur kehidupan masyarakat secara terbatas. Keputusan yang dibuat hanya sedikit untuk rakyat sehingga rakyat dapat belajar membuat keputusan untuk diri sendiri.
  4. Keempat, kekuasaan dari seseorang terhadap orang lain merupakan hal yang buruk. Oleh karena itu, pemerintahan dijalankan sedemikian rupa sehingga penyalahgunaan kekuasaan dapat dicegah. Pendek kata, kekuasaan dicurigai sebagai hal yang cenderung disalahgunakan, dan karena itu, sejauh mungkin dibatasi.
  5. Kelima, suatu masyarakat dikatakan berbahagia apabila setiap individu atau sebagian besar individu berbahagia. Walau masyarakat secara keseluruhan berbahagia, kebahagian sebagian besar individu belum tentu maksimal. Dengan demikian, kebaikan suatu masyarakat atau rezim diukur dari seberapa tinggi individu berhasil mengembangkan kemampuan-kemampuan dan bakat-bakatnya. Ideologi liberalisme ini dianut di Inggris dan koloni-koloninya termasuk Amerika Serikat.

SumberEdit

 
Berita yang berasal dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar dari Indonesia ini bukan merupakan pelanggaran hak cipta karena Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 pasal 14 huruf c menyebutkan bahwa : "Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap."