Wn/id/Bagaimana Indra Kesuma sukses?

< Wn‎ | idWn > id > Bagaimana Indra Kesuma sukses?

Rabu, 19 Januari 2022

Bagaimana Indra Kesuma sukses?

Usia muda menjadi masa yang menggebu-gebu untuk meraih kesuksesan. Sukses di usia muda pun menjadi impian oleh sebagian besar anak muda. Namun, kesuksesan tidak bisa didapatkan dengan instan (ada harga yang harus dibayar).

Seperti kisah sukses Indra Kesuma yang penuh dengan masa-masa sulit. Laki-laki kelahiran Rantauprapat, 31 Mei 1996 ini sukses di usia muda.

Sebelum dia sukses seperti sekarang, berbagai macam profesi pernah digeluti, mulai dari sales toko bangunan, Master of Ceremonial (MC), driver taxi online, penyiar radio sampai kerja kantoran (admin). Bekerja serabutan itu dia geluti sampai lima tahun.

Namun, hasil kerja keras selama lima tahun itu hilang karena tertipu investasi bodong. "Hasil kerja keras saya selama lima tahun habis, karena di awal 2019 saya tertipu investasi bodong," kata Indra Kesuma.

Tak ingin menyerah sampai di situ, dia memperdalam ilmu di bidang trading. Dia mengikuti seminar, belajar di YouTube hingga akhirnya mengembangkan pengetahuan dengan metodenya sendiri.

"Saya mengenal trading kemudian saya research dan mengembangkan pengetahuan tentang trading dengan metode saya sendiri. Kemudian saya membuat konten tentang trading di channel YouTube saya," katanya.

Kini, Indra Kesuma menjadi founder sekaligus mentor di kursustrading.com. Saat ini jumlah member telah mencapai lebih dari 300 orang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain menjadi founder dan mentor di kusustrading.com, laki-laki berusia 23 tahun ini juga mendirikan sebuah startup dengan nama Disotiv (Digital Society Creative) di bidang branding dan digital marketing.

Disotiv merupakan creative agency yang di dalamnya ada fotografer, videographer, web designer hingga production house. Disotiv memiliki visi untuk membantu brand dengan cara kreatif agar bisa go digital.

Kata Indra, bisnis kreatif memiliki peluang yang sangat besar bagi anak-anak muda dengan memanfaatkan dunia teknologi. Indra mengatakan, saat ini penghasilannya mencapai Rp300 juta per bulan. Penghasilan ini didapatkan dari bisnisnya.

"Saya ingin menginspirasi anak-anak muda untuk tetap semangat berjuang. Dengan kegigihan dan kerja, saya bisa sukses seperti sekarang," katanya

Bookmark-new.svg

SumberEdit

 
Berita yang berasal dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, atau surat kabar dari Indonesia ini bukan merupakan pelanggaran hak cipta karena Undang-Undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2002 pasal 14 huruf c menyebutkan bahwa : "Tidak dianggap sebagai pelanggaran Hak Cipta: Pengambilan berita aktual baik seluruhnya maupun sebagian dari kantor berita, Lembaga Penyiaran, dan surat kabar atau sumber sejenis lain, dengan ketentuan sumbernya harus disebutkan secara lengkap."